Mendapat rezeki dan Bersedekah itu menahan nafsu.

12 Aug 2011

Anda tau ketika berpuasa biasanya anda menahan hawa nafsu untuk makan, minum dan berbuat batil. Pada bulan puasa biasanya banyak orang berlomba-lomba melakukan kebaikan. Di antaranya membagikan takjil di jalan-jalan. Atau bersedekah kepada anak yatim dan orang yang tidak mampu. Bulan puasa yang hanya 1 bulan dalam 12 bulan dalam 1 tahun benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sedangkan 11 bulan lainnya?

Kadang beberapa orang sangat getol untuk fokus berlomba mencari kebaikan tuhan di bulan ini. Dan itu bagus menurut saya. Tapi beberapa orang di 11 bulan lain tetap acuh untuk mempertahankan semangat ketika 1 bulan penuh berpuasa. ini tak ubahnya seperti melodrama berpuasa. Lantas bagaimana bisa menahan nafsu ketika 11 bulan lain selain bulan puasa. Saya ada beberapa saran dan sedikit cerita mengenai konsep rezeji dan bersedekah. Ini menurut saya pribadi. Ketika anda punya pendapat lain tentu saja boleh.

Begini analogi ceritanya. Ada 2 orang yang sedang berbincang dengan asik ketika siang hari. Salah satunya adalah seorang pengusaha dan satunya lagi adalah ustad. Sang ustad bertanya “pak, konsep rezeki menurut anda seperti apa?”. Lalu pengusaha itu menjawab “ketika kita sudah berusah dengan keras dan berdoa sesuatu yang kita harapkan pasti tercapai dan itu rezeki kita”. ustadpun diam dan hanya mengatakan “hmmm…”.

Obrolan singkat itupun di akhiri. Segera mereka berdua pergi untuk mencari makan siang. Ketika di tengah jalan, kendaraan yang mereka tumpangi berenti di lampu merah. Lalu seorang anak penjual koran menawarkan dagangannya kepada sang pengusaha tersebut. Karna kebetulan sang pengusaha sedang tidak memerlukan koran maka ia menolak untuk membeli. Setelah itu kendaraan mereka berjalan menuju tempat makan.

Setelah selesai makan mereka berdua berbincang lagi. Di tengah perbincangan itu terlihat anak penjual koran yang berbeda dengan yang di lampu merah tadi berjalan melewati mereka berdua. Entah mengapa tiba-tiba sang pengusaha ingin sekali membeli sebuah koran.

Setelah membeli koran tersebut, sang ustad bertanya lagi “pak, anda penjual koran yang berada di lampu merah tadi dengan yang baru saja lewat apa bedanya? mengapa bapak lebih memilih membeli koran barusan ketimbang membeli koran yang ada di lampu merah?”. Sang pengusaha pun menjawab “entah mengapa ustad, saya tiba-tiba butuh membeli koran untuk sekadar melihat berita. Ustadpun meneruskan “Itulah konsep rezeki, pak. Anak penjual koran yang menawarkan di lampu merah tadi sudah berusaha menawarkan koran, sedangkan anak yang barusan tidak melakukan usaha tetapi tetap saja koran itu anda beli. Intinya rezeki itu sudah ada yang mengatur pak. Walaupun anda sudah berusaha sekeras mungkin tetapi memang belum rezeki anda ya sudah.

Setelah itu sang pengusaha mengerti mengenai konsep rezeki yang dimaksud sang ustad. Begitulah cerita yang saya tau mengenai konsep rezeki. Lalu menahan nafsu itu bisa dengan cara bersedekah. Mengapa demikian? Bagi saya bersedekah adalah cara mengurangi nafsu. Begini analoginya. Jika anda hanya mendapatkan rezeki 5000 sehari dan ingin membeli pecel, apa yang akan anda lakukan? pasti anda mengambil lauk telor atau tempe seadanya agar cukup dengan uang yang sedang anda bawa? tapi ketika anda mendapat rezeki uang 20rb dan ingin membeli pecel? apa yang anda lakukan? anda pasti ingin mengambil lauk yang enak-enak dan hanya berfikir menghabiskan uang 20rb itu. Sendakan rezeki yang anda terima itu bukanlah mutlak untuk anda semua. Karna allah menitipkan rezeki-rezeki orang-orang miskin di rezeki yang anda punya.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menahan nafsu? bersedekahlah, sedekah tidak hanya harus 2,5% dari apa yang anda miliki. Anda bisa menyedekahkan setengah rejeki anda untuk menahan nafsu. analoginya ketika anda sendang punya banyak rezeki anda pasti akan ingin membeli banyak sesuatu. sendangkan manusia itu memiliki sifat yang tidak pernah puas terhadap sesuatu. Tapi, ketika anda menyedekahkan rezeki anda. Bayangan-banyangan untuk membeli barang-barang dan menghabiskan uang itu tidak akan terfikirkan…

Sudahkan anda bersedekah hari ini?


TAGS


-

Author

Follow Me